Tampilkan postingan dengan label Artileri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artileri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Desember 2012

1 Rudal-Rudal Pertahanan Indonesia Terbaru 2012

Menurut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Indonesia menganut sistem politik bebas aktif. Termasuk bidang kemiliteran, kita tak tergantung pada salah satu negara atau kepentingan.  Jadi bebas membeli peralatan militer dari negeri mana saja seperti produk pesawat F-16 dari AS ataupun Sukhoi 30 dari Rusia guna menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa dan negara. Indonesia pun menggandeng dari negeri sahabat seperti China, Korsel dan negara lain untuk berkerja sama memproduksi peluru kendali. Beberapa rudal yang akan diproduksi maupun membeli produk dari luar negeri yang digunakan Kemenhan dan TNI antara lain :


Rudal C-705   


Indonesia dan China mulai menjajaki kerjasama pembangunan Rudal C-705 mulai tahun 2012 ini. China setuju untuk membangun pabrik pembuatan rudal C-705 di Indonesia dan siap berbagi teknologi sejak awal pembuatan rudal. PT Pindad telah menyiapkan lahan sebagai tempat perakitan rudal C-705.  Rudal ini bisa ditempatkan pada Kapal Perang Indonesia.


Spesifikasi rudal C-705:

Anti-Kapal Permukaan
Jangkauan: 75 km; 170 km dengan second stage.
Penjejak: Radar, TV, Infra Merah, Mid-course guidance, GPS / GLONASS.
Warhead: 110 Kg
Engine: Solid rocket
Cruise altitude: 12.15 meter (lowest)
Ukuran Target: Kapal berbobot hingga 1500 ton.
Launching platform: Aircraft, Surface vessels, Vehicles
Kill probability: > 95.7%

Diharapkan juga ada usaha untuk menggembangkan roket yang sudah lama dibuat oleh Indonesia. 

Rudal AGM-65K2 Maverick 



Presiden AS Barack Obama, menyetujui penjualan rudal buatan negerinya kepada Indonesia guna memperkuat per Arsenal persenjataan  Pesawat Tempur F-16 yang dimiliki Indonesia. 

Rudal AGM-65 buatan Raytheon Co itu dirancang untuk menyerang target jarak jauh, termasuk kendaraan lapis baja, pertahanan udara, transportasi darat, dan fasilitas penyimpanan.

RI sangat berharap agar AS, dapat kembali membuka pintu kesempatan untuk menjual produk-produk rudalnya kepada Indonesia. Guna memperkuat arsenal militer Indonesia. 

Rudal KH 31P


Rudal AS-17C Krypton dirancang untuk melumpuhkan sistem pertahanan musuh. Untuk itu ia didisain memiliki kecepatan sangat tinggi, mampu terbang jauh, anti-radar dan bisa mematikan penjejaknya saat diserang.

Rudal AS-17C Krypton memiliki panjang 5, 2 meter dengan berat 600 Kg dan mampu menembak sasaran sejauh 200 km. Karena rudal ini ditugaskan untuk menghancurkan radar musuh, dia tidak dibebani hulu ledak besar, melainkan hanya 90 Kg (Blast Frag). Namun misil ini bisa terbang dari 165 hingga 49.000 feet.
Dalam perkembangannya rudal ini bisa dipasang di kapal laut ataupun pesawat tempur Mig 29, Sukhoi SU-27 maupun SU 30. Kelebihan rudal ini, mampu menghantam kapal perang, drone ataupun pesawat mata-mata. 
Rudal Yakhont

Indonesia kini menambah arsenal persenjataan Kapal Fregat dengan dilengkapi rudal Yakhont. Setelah mendatangkan 4 Rudal Yakhont pada tahun 2010, Indonesia kembali menerima 10 Rudal Yakhont di tahun 2012. Dalam kontraknya dengan Rusia, Indonesia akan mendatangkan 50 rudal Yakhont yang berjarak tembak 300 km.
Kini, TNI AL memesan Helikopter anti kapal selam yang gunanya juga dapat memberikan pesan data pada Kapal Fregat.




Jumat, 23 November 2012

1 Roket-Roket Militer Buatan Indonesia

Dunia kemiliteran dan dunia ekonomi kini sedang berkembang pesat di seluruh dunia. Maka dari itu untuk membangun sebuah kekuatan pertahanan kedaulatan dan keamanan negara dibutuhkan kestabilan politik dan ekonomi yang baik di setiap negara manapun termasuk Indonesia.

Indonesia yang terdiri dari belasan ribu pulau terpencar membutuhkan sistem pertahanan yang kuat dan strategis, agar pulau-pulau itu tidak lepas ke tangan negara lain. Setelah dikaji secara mendalam, disimpulkanlah bahwa roket merupakan senjata yang tepat untuk menjaga setiap tapal batas negara Indonesia.

Teknologi roket dan teknologi alutsista lainnya sangat dibutuhkan secara cepat oleh Indonesia kedepannya, mengingat ancaman dari dalam maupun luar negeri sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Apalagi adanya ancaman dari negara tetangga maupun dari gejolak ekspansi China di Laut Cina Selatan.  

Untuk itulah maka Indonesia kini sedang menyiapkan strategi dalam melengkapi armada alutsista untuk menjaga kedaulatan negara. Beberapa alutsista buatan Indonesia yang cukup untuk melengkapi dan memang sangat dibutuhkan bagi Kemenhan dan TNI, antara lain :

1 . Roket R-HAN 122

Roket R-Han 122 adalah roket hasil karya anak bangsa yang merupakan hasil kerjasama ini diwujudkan melalui penelitian yang dilakukan berbagai institusi diantaranya PT.Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT. Dahana yang didukung penuh oleh Kementerian Riset dan Teknologi.  


Roket R-Han 122 merupakan pengembangan dari roket LAPAN RX 1210. Dibandingkan  roket generasi lama, R-Han 122 mengalami pengembangan desain dan material. Jika RX 1210 menggunakan baja, roket R-Han menggunakan aluminium dan karbon, sehingga dua kali lebih ringan dan sekaligus tahan panas. Roket ini memiliki daya jangkau 11–15 km. R-HAN 122 merupakan derivasi dari perkembangan roket sebelumnya yang berkaliber 122 mm dengan kecepatan maksimum 1,8 mach.
Roket ini bertujuan untuk menjaga kedaulatan negara.

2. Roket RX 240 



    Roket ini merupakan roket pengembangan dari roket RX 150 dan sebelumnya. Ini merupakan hasil pengembangan dari Dephan LAPAN. Berikut rincian roket ini :

Tim Riset & Pengembang : Departemen Pertahanan dan LAPAN
Jenis Roket : ground to ground or air to ground
Jangkauan : 389 kilometer
Panjang total : 9,5 meter
Berat : 500 kilogram
Hulu ledak : Kaliber 70-122 milimeter
Ide Pembuatan : Tahun 2005
Anggaran : Rp 2,5 miliar
Bahan Bakar : Hydroxy terminated poly butadiene dan ammonium perchlorate.
Tipe : Balistik
Konfigurasi : Empat tingkat (tiga RX–420, satu RX- 320, dan sepasang booster) 

3. Roket RX 420




Roket RX 420 ini sudah diluncurkan dan membuat negara tetangga sedikit menjadi buah bibir seperti Malaysia, Australia dan Singapura.  Roket ini dapat mencapai daya jelajah sekitar 100 KM bahkan bila bahannya lebih ringan bisa mencapai 190 KM. Roket ini merupakan asli karya putra-putri bangsa Indonesia. 

Pembuatan roket itu memakan waktu tiga bulan dengan spesifikasi berdiameter 420 mm, berat luncur 1.000 kilogram, panjang roket 6.200 mm, jenis propelan solid-komposit, waktu bakar 13 detik, dan waktu terbang 205 detik. Muatan kepala roket berupa diagnostik, GPS, altitudemeter, gyro, 3-axis accelerometer, processor, dan baterai.

Keunggulan RX-420, yakni propelan yang digunakan memberi daya dorong lebih besar sehingga kecepatannya empat kali lebih dari kecepatan suara. Hal itu juga berdampak pada daya jelajahnya yang mencapai seratus kilometer dengan prediksi ketinggian 53 kilometer.

Pada tahun 2015 mendatang, seluruh uji coba peluncuran roket selesai. Roket siap mengantarkan satelit yang diberi nama Nano Satellite dengan ketinggian 300 kilometer dan kecepatan 7,8 kilometer per detik. Dengan hal demikian diharapkan bangsa Indonesia  bisa mandiri dalam pengembangan teknologi roket kedepannya.






 

Arma Niaga Copyright © 2012- |- Template created by Armaniaga Store - |- Powered by Arma FC